<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="9698">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Shella Dwipayani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Cirebon</placeTerm></place>
<publisher>SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Penanganan Diabetes Melitus paling banyak digunakan adalah obat obatan kimia. Obat obatan kimia diatas jika dikonsumsi rutin dan dalam waktu yang lama dapat memberikan efek samping yang merugikan bagi penggunanya. Penggunaan bahan alam sebagai alternatif obat penurun gula darah salah satunya adalah teh hijau. Kandungan flavonoid yang terkandung dalam teh dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak teh hijau (Camellia sinensis L.) dosis 100mg/kgBB terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih (Mus musculus) jantan yang diinduksi glukosa. Pembuatan Ekstrak etanol teh hijau  (Camellia sinensis L.) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Mencit yang digunakan sebanyak 20 ekor dibagi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan masing masing kelompok terdiri dari 5 mencit . Perlakuan hewan uji mencit yang telah dipuasakan selama 16 jam kemudian diukur kadar gula darah puasa sebelum diinduksi glukosa, setelah perlakuan mencit diukur kembali kadar gula darahnya pada menit ke 15, 30, 60, 90, dan 120. Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian dikumpulkan dan diolah menggunakan metode uji statistik dengan melakukan uji normalitas (One Sampel Kolmogorov-Smirnov Test) dan uji homogenitas (Test Of Homogenety Of Variance). Distribusi data yang normal dan homogen akan diolah menggunakan uji ragam atau Analysis Of Variance (ANOVA). Kemudian dilanjutkan dengan LSD (Least Signifficance Different). Ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan dosis 100mg/kgBB memiliki persentase efek penurunan kadar glukosa darah lebih kecil dari Kontrol positif glibenclamid yaitu sebesar 22,05% dan kontrol positif glibenclamide yaitu sebesar 23,50%


Kata Kunci : Antidiabetes,teh hijau (Camellia</note>
<note type="statement of responsibility">UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETANOL TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) DOSIS 100mg/</note><classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository UMMADA Cirebon </physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI - 2023 - 11120066</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>9698</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>