<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="9688">
<titleInfo>
<title></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Niken Ummul Mifroda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Cirebon</placeTerm></place>
<publisher>SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Meningkatnya penyakit diabetes melitus menyebabkan peningkatan penggunaan obat diabetes, penggunaan obat-obatan kimia biasanya berlangsung lama dengan efek samping yang merugikan penggunanya. Masyarakat memilih alternatif pengobatan menggunakan herbal salah satunya adalah teh hijau karena salah satu kandungan dalam teh hijau flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak teh hijau (Camellia sinensis L.) dosis 200mg/kgBB terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih (Mus musculus) jantan yang diinduksi glukosa. Pembuatan Ekstrak etanol teh hijau  (Camellia sinensis L.) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Mencit yang digunakan sebanyak 20 ekor. Bagi 4 kelompok yaitu kelompok positif, kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan masing masing kelompok terdiri dari 5 mencit . Perlakuan hewan uji mencit yang telah dipuasakan selama 16 jam kemudian diukur kadar gula darah puasa sebelum diinduksi glukosa, setelah perlakuan mencit diukur kembali kadar gula darahnya pada menit ke 15, 30, 60, 90, dan 120. Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian dikumpulkan dan diolah menggunakan metode uji statistik dengan melakukan uji normalitas (One Sampel Kolmogorov-Smirnov Test) dan uji homogenitas (Test Of Homogenety Of Variance). Distribusi data yang normal dan homogen akan diolah menggunakan uji ragam atau Analysis Of Variance (ANOVA). Kemudian dilanjutkan dengan LSD (Least Signifficance Different). Ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan dosis 200mg/kgBB memiliki persentase efek penurunan kadar glukosa darah lebih besar dari Kontrol positif glibenclamid yaitu sebesar 34,50% dan kontrol positif glibenclamide yaitu sebesar 23,50%

Kata Kunci: Penurunan kadar glukosa darah , daun teh hijau (Camellia sinensis L.), mencit putih (Mus musculus) .</note>
<note type="statement of responsibility">UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETANOL TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) DOSIS 200 MG/</note><classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository UMMADA Cirebon </physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI - 2023 - 11120055</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>9688</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>