<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="9685">
<titleInfo>
<title>UJI DIURETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN SWISS WEBSTER DENGAN PEMBANDING FUROSEMID</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Haikal Feiza</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Cirebon</placeTerm></place>
<publisher>SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Diuretik adalah obat untuk meningkatkan pengeluaran kemih (diuresis) dan pengeluaran natrium yang digunakan sebagai pengatur volume atau komposisi cairan tubuh di berbagai kondisi klinis. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk diuretik adalah mentimun (Cucumis sativus L.). Mentimun mengandung senyawa flavonoid yang dapat memperbanyak pengeluaran urin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek diuretik ekstrak etanol kulit buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada mencit putih (Mus musculus) jantan. Metode yang digunakan untuk memperoleh ekstrak etanol kulit buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan cara membuat simplisia kulit buah mentimun kemudian di maserasi selama 7 hari dengan etanol 96% kemudian dipisahkan antara pelarut nya dengan vacuum rotary evaporator selama 1 jam dengan kecepatan 60 rpm, setelah itu dipekatkan diatas waterbath hingga diperoleh ekstrak yang agak kental.  Hewan uji yang digunakan yaitu mencit sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kontrol positif (furosemid dengan dosis 5,2 mg/kgBB), kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol perlakuan (ekstrak etanol kulit buah mentimun dengan dosis 250 mg/kgBB). Analisis data yang dilakukan adalah dengan pengukuran jumlah urin yang dikeluarkan tiap 30 menit selama 3 jam lalu diolah dengan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume rata-rata urin kontrol positif (furosemid dosis 5,2 mg/kgBB) sebesar 1,16 mL, kelompok perlakuan (ekstrak etanol kulit buah mentimun dosis 250 mg/kgBB) sebesar 0,58 mL, dan kontrol negatif (Na-CMC) sebesar 0,2 mL. Ekstrak etanol kulit buah mentimun (Cucumis sativus L.) dosis 250 mg/kgBB dapat memberikan efek diuretik pada mencit putih (Mus musculus) jantan.

Kata Kunci : Diuretik, mentimun (Cucumis sativus L.), mencit putih (Mus musculus) jantan, efek diuretik.</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository UMMADA Cirebon </physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI - 2023 - 11120050</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>9685</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>