<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="9658">
<titleInfo>
<title>UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL RIMPANG  TEMULAWAK ( Curcuma xanthorrhiza ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Halimah Tu\'sya\'diyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Cirebon</placeTerm></place>
<publisher>SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Rimpang temulawak merupakan rimpang yang sering digunakan sebagai antibakteri karena mengandung zat aktif minyak atsiri dan kurkumin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, rimpang temulawak juga memiliki senyawa antibakteri yang khas yaitu xanthorrhizol yang tidak dimiliki oleh rimpang curcuma lainnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) konsentrasi 12,5%, 25%, 37,5% dan 50% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Ekstrak etanol rimpang temulawak diperoleh dengan metode maserasi dengan penyari etanol 70% kemudian divariasikan ke dalam konsentrasi 12,5%, 25%, 37,5% dan 50%. Kontrol positif yang digunakan adalah amoxicillin 0,2% dan etanol 70% digunakan sebagai kontrol negatif. Pengujian daya hambat ekstrak etanol rimpang temulawak dengan metode difusi cetak lubang dan pengamatan dilakukan sengan mengukur zona hambat menggunakan jangka sorong kemudian hasil analisis diolah secara statistik menggunakan SPSS yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji analisis ragam atau analysis of variance (ANOVA), uji LSD dan uji regresi linear. Hasil penelitian tersebut menunjukkan ekstrak etanol rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 12,5%, 25%, 37,5% dan 50%. Kenaikan konsentrasi ekstrak etanol rimpang temulawak berpengaruh rendah kemampuan daya hambatnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus.


Kata kunci: Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Staphylococcus aureus, daya hambat, difusi cetak lubang</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository UMMADA Cirebon </physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI - 2023 - 11120015</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>9658</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 09:25:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>