<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6798">
<titleInfo>
<title>Uji Daya Hambat Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) Hasil Permentasi Madu terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADE AYU KHULFIAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Cirebon</placeTerm></place>
<publisher>SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang dan Tujuan : 
Bawang putih tunggal dan madu merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Bawang putih memiliki kandungan minyak atsiri,  allicin, dan hasil penelitian menunjukkan senyawa sulfur yang terkandung dalam bawang putih tunggal memiliki kemampuan sebagai antibakteri, sementara pada madu terdapat kandungan hidrogen peroksida sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat dan pengaruh waktu perendaman dari Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu  terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Metode : 
Uji daya hambat menggunakan metode difusi cakram dengan sampel perasan bawang putih tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu pada pekan ke-2,3, dan 4, kontrol positif (amoxicillin injeksi 0,01%), kontrol negatif (aquadest steril), dan pembanding (perasan bawang putih tunggal yang tidak direndam dengan madu). Data yang diperoleh akan diolah menggunakan uji analisis statistik menggunakan uji One Way Anova dan uji Pearson.
Hasil : 
Bawang putih tunggal (Allium sativum L.)  hasil fermentasi madu memiliki rata-rata diameter daya hambat pada pekan 2, 3 dan 4 sebesar 11,70 mm, 12,88 mm dan 13,88 mm hasil tersebut termasuk dalam katerogi kuat meskipun tidak lebih besar dari bawang putih tunggal segar yang memiliki diameter daya hambat sebesar 17,17 mm. Uji statistik One Way Anova memiliki nilai signifikansi 0,000 artinya rata-rata daya hambat tiap perlakuan yang dilakukan berbeda secara signifikan sementara itu hasil uji Pearson memiliki nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,002 berarti waktu perendaman memiliki pengaruh terhadap daya hambat yang dihasilkan.
Kesimpulan : 
		Bawang putih tunggal hasil fermentasi madu mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan terdapat pengaruh waktu perendaman terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Kata kunci : Bawang putih tunggal (Allium sativum L.),  madu, Escherichia coli, daya hambat, difusi cakram.</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository UMMADA Cirebon </physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI - 2022 - 12118042</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6798</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 09:27:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 09:27:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>