<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6786">
<titleInfo>
<title>Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Padat Anti Jerawat Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) pada Bakteri Propionibacterium acnes</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NIDA NUUR JANNAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Cirebon</placeTerm></place>
<publisher>SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang dan Tujuan :
Penyakit kulit yang seringkali menjadi permasalahan utama adalah jerawat. Peradangan pada jerawat salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah daun rambutan (Nephelium lappaceum L.). Daun rambutan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang efektif sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan sabun padat ekstrak etanol daun rambutan berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan bagaimana pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak terhadap uji mutu sediaan.

Metode :
Ekstrak daun rambutan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Kemudian dilakukan skrining fitokimia yaitu berupa uji alkaloid, uji flavonoid, uji tanin, dan uji saponin. Kemudian dibuat sediaan sabun padat dalam 3 formula yaitu konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dan diuji mutu sediaan dengan parameter pengujian organoleptik, pH, tinggi busa, dan kadar air. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Pengukuran aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan pengukuran diameter zona bening.

Hasil dan Kesimpulan:
Sabun padat ektrak etanol daun rambutan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% memiliki mutu sediaan yang memenuhi syarat. Sabun padat ekstrak etanol daun rambutan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes yaitu dengan nilai zona hambat pada konsentrasi 5% sebesar 4,53 mm, konsentrasi 10% sebesar 6,73 mm, dan konsentrasi 15% sebesar 8,03 mm dan sabun yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes yaitu pada konsentrasi 15% (formula III).

Kata Kunci : Jerawat, Sabun padat, Ekstrak daun rambutan, Propionibacterium acnes</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository UMMADA Cirebon </physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI - 2022 - 12118028</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6786</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 09:27:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 09:27:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>