<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6719">
<titleInfo>
<title>Identifikasi Alkaloid dan Skrining Fitokimia Pada Fraksi Ekstrak Etanol Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NAMIRA KINANTI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Cirebon</placeTerm></place>
<publisher>SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH CIREBON</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Di Indonesia tanaman cabai menyebar dan tumbuh baik yang dimanfaatkan sebagai obat. Daun cabai rawit (Capsicum frustencens L. ) adalah salah satu tanaman obat yang tergolong dalam famili Solanaceae dan berkhasiatnya tanaman cabai rawit ini disebabkan oleh kandungan kimia dari bahan tersebut. Untuk dapat dikembangkan sebagai bahan obat tradisional, perlu diketahui kandungan senyawa metabolit sekunder daun cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid yang terdapat dalam ekstrak etanol daun cabai rawit dan mengetahui ada atau tidaknya senyawa pada ekstrak etanol dan fraksi daun cabai rawit. Daun cabai diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Cabai rawit diidentifikasi dengan proses skrining fitokimia dan dilakukan pemisahan dengan cara fraksinasi sehingga diperoleh fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, fraksi butanol dan fraksi air. Ekstrak dan fraksi-fraksinya diidentifikasi kandungan alkaloidnya dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan fase gerak n-heksan: etil asetat: dan metanol (2: 4: 4), fase diam yang digunakan silika gel GF254 dengan penampak bercak Dragendroff. Hasil skrining fitokimia yang didapat pada ekstrak etanol daun cabai rawit positif mengandung alkaloid, flavonoid, steroid dan saponin. Hasil uji berdasarkan metode kromatografi lapis tipis ekstrak etanol dan fraksi daun cabai rawit positif mengandung alkaloid. Bercak yang timbul terdapat pada ekstrak etanol daun cabai rawit, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat.

Kata kunci : Daun cabai rawit, alkaloid, etanol 96%, skrining fitokimia, fraksinasi, kromatografi lapis tipis.</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository UMMADA Cirebon </physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI - 2022 - 11119017</numerationAndChronology>
<sublocation></sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6719</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 09:27:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-05-05 09:27:31</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>