Amellia Wardani; " />
Detail Cantuman Kembali

XML

Uji Aktivitas Antiacne Beberapa Sistem Vesikuler Klindamisin Fosfat Pada Tikus Wistar


Latar Belakang dan Tujuan:
Salah satu masalah kulit adalah acne vulgaris (jerawat) disebabkan oleh
penyumbatan pori akibat sebum berlebih, kotoran, dan bakteri Propionibacterium
acnes. Klindamisin adalah antibiotik efektif untuk jerawat, namun memiliki
keterbatasan penetrasi kulit dan bioavailabilitas. Sistem vesikuler seperti liposom dan
etosom menjadi solusi inovatif dengan meningkatkan penetrasi kulit, stabilitas, dan
efisiensi penghantaran obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang
diperlukan dalam proses penyembuhan lesi jerawat pada tikus wistar menggunakan
sistem liposom, liposom PEG, dan etosom klindamisin fosfat basis fosfolipid soya
letcithin dan fosfolipd HSPC.
Metode:
Penelitian dilakukan pada 27 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi sembilan
kelompok uji, yaitu kontrol positif (Mediklin gel), kontrol negatif (suspensi bakteri),
kelompok perlakuan liposom, liposon PEG, dan etosom biner klindamisin fosfat basis
fosfolipid soya letcithin dan fosfolipd HSPC. Semua kelompok perlakuan diinduksi
dengan suspensi Propionibacterium acnes secara intradermal. Setelah induksi, tikus
diberi perlakuan sesuai dengan kelompoknya selama 14 hari. Evaluasi efektivitas
pengobatan dilakukan dengan mengukur area lesi jerawat.
Hasil:
Hasil uji in-vivo menunjukkan bahwa sediaan sistem vesikuler, baik liposom
maupun etosom, mampu mempercepat penyembuhan jerawat pada tikus Wistar yang
diinduksi Propionibacterium acnes. Analisis data jumlah dan diameter lesi
menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menunjukkan
tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok hingga hari ke-10 (p > 0,05),
namun pada hari ke-12 terdapat penurunan lesi yang signifikan (jumlah lesi p=0,041;
diameter lesi p=0,041). Pada hari ke-14, seluruh kelompok perlakuan sembuh total
tanpa perbedaan signifikan. Meskipun uji post hoc tidak menunjukkan signifikansi
statistik, sistem vesikuler liposom dan etosom secara deskriptif mempercepat
penyembuhan dibandingkan kontrol negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem
vesikuler memiliki potensi terapeutik pada pengobatan jerawat.
Kesimpulan:
Semua formula sistem vesikuler liposom, liposom PEG, dan etosom biner
berbasis fosfolipid soya lecithin maupun HSPC efektif menyembuhkan lesi jerawat
pada tikus Wistar, dengan efektivitas yang sebanding tanpa perbedaan signifikan.
Kata Kunci: klindamisin fosfat, in vivo, liposom, etosom, antiacne
Amellia Wardani - Personal Name
NONE
Text
Indonesia
FAKULTAS FARMASI UMMADA CIREBON
2025
Cirebon
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
Amellia Wardani. (2025).Uji Aktivitas Antiacne Beberapa Sistem Vesikuler Klindamisin Fosfat Pada Tikus Wistar.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd